BeritaDenpasar

Sanur Bersolek, Kabel Semrawut Segera Hilang dari Langit Kota

DENPASAR, jarrakposbali.com – Langit Sanur selama bertahun-tahun dihiasi bentangan kabel telekomunikasi yang melintang di berbagai sudut jalan. Kini, wajah destinasi wisata andalan Bali itu bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Kota Denpasar mulai mematangkan implementasi Sarana Jaringan Utilitas Terpadu dan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (SJUT-IPT), sebuah langkah besar yang akan memindahkan jaringan kabel ke bawah tanah demi menghadirkan kawasan yang lebih rapi, aman, dan berkelas sebagai destinasi wisata heritage dunia.

Keseriusan itu terlihat saat Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama jajaran APJATEL Bali melaksanakan Survei Teknis dan Pengujian Teknis Redaman Kabel SJUT-IPT di kawasan Sanur. Uji teknis ini menjadi tahapan penting sebelum pekerjaan fisik dimulai pada 15 Agustus 2026 mendatang.

“Kami ingin Sanur tampil sebagai destinasi wisata yang tidak hanya nyaman dikunjungi, tetapi juga memiliki wajah kota yang bersih, tertata, dan modern. Kabel-kabel udara yang selama ini mengganggu estetika akan dipindahkan ke bawah tanah,” ujar Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Penataan ini bukan sekadar memindahkan kabel. Pemerintah Kota Denpasar juga telah menyiapkan regulasi melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota yang menunjuk Perumda Bhukti Praja Sewakadharma sebagai pengelola SJUT-IPT. Seluruh proses sosialisasi hingga koordinasi dengan operator telekomunikasi pun terus dilakukan agar pelaksanaan berjalan tanpa hambatan.

“Hari ini kami melakukan uji coba untuk melihat seluruh aspek teknis di lapangan. Setiap kekurangan akan menjadi bahan evaluasi sehingga implementasi nantinya benar-benar optimal,” jelas Eddy Mulya.

Kolaborasi menjadi kunci sukses program ini. Perumda Bhukti Praja Sewakadharma bersama APJATEL Bali terus menyempurnakan berbagai aspek teknis agar seluruh operator telekomunikasi dapat menggunakan infrastruktur bersama secara efisien, aman, dan sesuai standar.

“Kami menjalankan amanat regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Semua masukan dari hasil uji coba akan kami sempurnakan agar pelaksanaan SJUT-IPT berjalan sesuai standar terbaik,” kata Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadharma, I Nyoman Putrawan.

Bagi para penyelenggara jaringan telekomunikasi, proyek ini juga menjadi momentum membangun sistem utilitas yang lebih modern. Penyelarasan desain, teknologi, hingga parameter teknis menjadi bagian penting agar seluruh jaringan dapat terintegrasi dengan baik.

“Kami mendukung penuh implementasi SJUT-IPT di Denpasar. Beberapa catatan teknis dari uji coba ini akan dibahas bersama seluruh anggota APJATEL sebagai bahan penyempurnaan sebelum pelaksanaan dimulai,” ujar Koordinator Wilayah APJATEL Bali, Dodi Simanjuntak.

Pemindahan kabel telekomunikasi ke bawah tanah bukan hanya soal mempercantik pemandangan. Lebih dari itu, langkah ini menjadi simbol transformasi Kota Denpasar menuju kota modern yang tetap menjaga identitas heritage-nya. Jika sukses diterapkan di Sanur, konsep SJUT-IPT akan diperluas ke kawasan strategis lainnya, termasuk Jalan Gajah Mada. Sebuah perubahan yang perlahan namun pasti akan menghadirkan langit yang lebih bersih, trotoar yang lebih nyaman, dan wajah kota yang semakin layak menjadi kebanggaan masyarakat Bali sekaligus magnet bagi wisatawan dunia.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button