Pemkab Bangli Ngaturang Bhakti di Pura Batu Madeg Besakih, Mohon Kerahayuan Jagat

KARANGASEM, jarrakposbali.com – Di tengah dinamika pembangunan dan tanggung jawab pemerintahan, doa menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat Bali. Nuansa khusyuk menyelimuti Pura Batu Madeg, Kompleks Pura Agung Besakih, Karangasem, ketika jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli ngaturang Bhakti Ngemedalan Ida Bhatara, Jumat (6/11/2026).
Di kawasan suci yang menjadi pusat spiritual umat Hindu Bali tersebut, pemerintah daerah hadir dengan membawa harapan akan keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat. Persembahyangan ini menjadi wujud penghormatan terhadap tradisi leluhur sekaligus ikhtiar spiritual dalam mengiringi perjalanan pembangunan Kabupaten Bangli.
Rombongan Bhakti Pemkab Bangli dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekda Kabupaten Bangli, I Made Ari Pulasari, yang hadir mewakili jajaran pimpinan daerah. Persembahyangan bersama turut diikuti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), serta tenaga pendukung di lingkungan Pemkab Bangli.
Suasana religius terasa sepanjang rangkaian prosesi. Seluruh peserta mengikuti ritual dengan penuh kekhusyukan, menyatukan doa dan harapan bagi kehidupan masyarakat yang semakin harmonis.
Pura Batu Madeg, yang diyakini sebagai stana Ida Bhatara Wisnu, memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Hindu. Ida Bhatara Wisnu merupakan manifestasi Tuhan sebagai pemelihara alam semesta. Melalui Bhakti Ngemedalan ini, umat memohon agar keseimbangan alam, ketenteraman, serta kesejahteraan senantiasa terpelihara.
Bagi Pemkab Bangli, kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai spiritual yang melekat dalam kehidupan masyarakat Bali. Tradisi persembahyangan juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menumbuhkan ketulusan pengabdian, serta mengingatkan bahwa pembangunan daerah memiliki dimensi spiritual yang tidak terpisahkan.
Asisten I Sekda Bangli, I Made Ari Pulasari, menegaskan bahwa persembahyangan di Pura Batu Madeg merupakan bentuk keseimbangan antara pelaksanaan tugas pemerintahan secara sekala dan permohonan restu secara niskala.
“Melalui bakti persembahyangan ini, kita memohon restu Ida Bhatara yang mesetana di Pura Batu Madeg agar senantiasa melimpahkan keselamatan, kesehatan, serta kemakmuran bagi seluruh masyarakat Bangli pada khususnya dan Bali pada umumnya.”
Ia juga berharap seluruh roda pemerintahan dan program pembangunan di Kabupaten Bangli dapat berjalan dengan lancar, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Persembahyangan di Pura Batu Madeg Besakih menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat juga membutuhkan ketulusan, kebersamaan, dan landasan spiritual yang kuat.
Di bawah suasana sakral Besakih, doa-doa yang dipanjatkan jajaran Pemkab Bangli membawa satu harapan bersama, yakni terwujudnya Bangli yang aman, damai, sejahtera, serta senantiasa berada dalam tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Melalui Bhakti Ngemedalan Ida Bhatara, Pemkab Bangli terus merawat warisan tradisi leluhur sekaligus meneguhkan semangat membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat dan kerahayuan jagat.(JpBali).



