BeritaDaerahJembrana

Wagub Giri Prasta Salurkan Rp304 Juta untuk Korban Musibah di Jembrana

JEMBRANA, jarrakposbali.com – Di balik rumah yang hangus dilalap api, tersimpan cerita tentang kehilangan, perjuangan, dan harapan untuk kembali menata kehidupan. Bagi warga yang tertimpa musibah kebakaran, pemulihan bukan sekadar membangun kembali dinding dan atap, tetapi juga mengembalikan rasa aman bagi keluarga.

Harapan itu hadir melalui bantuan Pemerintah Provinsi Bali. Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyerahkan bantuan sosial senilai Rp98 juta kepada tiga warga korban kebakaran di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11/2026). Pada kesempatan yang sama, Pemprov Bali juga menyalurkan bantuan penguatan ekonomi sebesar Rp206 juta kepada 27 penerima manfaat.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp304 juta, sebagai bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana dan musibah.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami musibah. Bantuan perbaikan rumah diberikan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan, sehingga kebutuhan pemulihan setiap warga dapat disesuaikan dengan kondisi yang dialami.

Tiga warga penerima bantuan perbaikan rumah yakni I Ketut Sumerta, warga Banjar Ketiman, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, yang menerima Rp23 juta untuk rumah rusak sedang.

Kemudian I Kadek Dwi Loka Wijaya, warga Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, memperoleh Rp50 juta untuk memperbaiki rumah dan balai sari yang mengalami kerusakan berat.

Sementara Ahmad Kurniawan, warga Banjar Anyar, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, menerima Rp25 juta untuk perbaikan rumah dengan kategori rusak sedang.

“Ini adalah wujud implementasi program Bapak Gubernur Bali, salah satunya dalam penanganan bencana. Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami memberikan bantuan sesuai dengan kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana,” ujar Wagub Giri Prasta.

Bagi warga terdampak, bantuan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Pemulihan rumah menjadi bagian penting agar keluarga dapat kembali beraktivitas dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Giri Prasta berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membangun kembali tempat tinggal yang terdampak kebakaran. Ia juga menekankan pentingnya memastikan rumah yang dibangun kembali mampu memberikan kenyamanan bagi penghuninya.

Dalam kesempatan itu, Giri Prasta turut menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp2 juta kepada I Ketut Sumerta.

“Bantuan ini sudah dipergunakan untuk membangun kembali rumah yang sebelumnya terkena bencana. Semoga rumah yang dibangun ini bisa dijadikan tempat beraktivitas yang aman dan nyaman,” imbuhnya.

Perhatian Pemprov Bali terhadap masyarakat terdampak musibah juga menyentuh aspek ekonomi. Sebanyak 27 penerima manfaat di Kabupaten Jembrana mendapatkan bantuan penguatan ekonomi dengan total nilai Rp206 juta.

Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung pemulihan kondisi ekonomi masyarakat agar mereka memiliki kesempatan melanjutkan aktivitas produktif setelah menghadapi musibah.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Bali, total bantuan yang diserahkan pada 5 November 2026 mencapai Rp304 juta. Rinciannya, Rp98 juta untuk perbaikan rumah bagi tiga korban kebakaran dan Rp206 juta untuk penguatan ekonomi bagi 27 penerima manfaat.

Langkah pemulihan masyarakat Jembrana terus berjalan. Data BPBD Provinsi Bali mencatat, penyerahan bantuan pada 5 November 2026 merupakan penyaluran bantuan sosial kesepuluh di Kabupaten Jembrana sepanjang tahun ini.

Sembilan penyaluran sebelumnya telah mencapai Rp507,5 juta. Dengan tambahan Rp304 juta, total bantuan sosial yang telah disalurkan Pemprov Bali kepada masyarakat Jembrana sepanjang 2026 mencapai Rp811,5 juta.

Angka tersebut menggambarkan kesinambungan dukungan pemerintah bagi warga yang menghadapi situasi sulit. Di tengah rumah yang perlu dibangun kembali dan ekonomi keluarga yang harus dipulihkan, bantuan menjadi bagian dari proses untuk menata kehidupan.

Bagi para korban kebakaran, rumah yang kembali berdiri menyimpan arti mendalam. Di sana ada harapan untuk kembali berkumpul bersama keluarga, menjalani aktivitas sehari-hari, dan menatap masa depan dengan lebih tenang.

Kehadiran pemerintah dalam penanganan bencana menjadi penting ketika masyarakat membutuhkan dukungan untuk bangkit. Melalui bantuan sosial yang berkelanjutan, Pemprov Bali berupaya memastikan masyarakat terdampak musibah tetap mendapatkan perhatian dalam proses pemulihan sosial dan ekonomi.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button