Kerahkan Empat Unit Alat Berat, Petugas Gabungan Bersihkan Jembatan Bilukpoh
Kebalai Besar Bina Marga Wilayah VIII Larang Kendaraan Roda Empat dan Kendaraan Berat Melintas

JEMBRANA, jarrakposbali.com — Petugas gabungan yang terdiri dari arapat Kepolisian, TNI dan BPBD Jembrana serta tim SAR, bahu membahu membersihkan material banjir bandang yang menutup jembatan Bilukpoh di Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Senin (17/10/2022) siang.
Diketahui pada Minggu, 16 Oktober 2022 malam, terjadi bencana banjir bandang di sejumlah wilayah di jembrana. Terparah terjadi di jembatan Bilukpoh, Kecamatan Memdoyo. Di lokasi banjir bandang menerjang puluhan rumah warga hingga hancur dan jembatan Bilukpoh tertimbun material banjir bandang, sehingga nyaris ambruk dan arus lalin lumpuh total.
Untuk mempercepat pembersihan jembatan dari tumbunan batang-batang kayu besar dan tanah, petugas mengerahkan empat unit alat berat. Namun demikian hingga pukul 15.00 Wita, jembatan yang membentang di jalur Denpasar-Gilimanuk terbut belum bisa dilewati kendaraan jenis apapun.
Pantauan redaksi jarrakposbali di lokasi bencana, nampak petugas gabungan berjibaku dengan hujan deras memberdihkan materil banjir bandang yang menutup jembatan. Sementara sejumlah warga juga terlihat membersihkan material banjir bandang di rumah-rumah warga yang terdampak.

“Sampai sore ini harus lalu lintas masih lumpuh. Petugas masih melakukan pembersihan di jembatan dengan menerjunkan empat alat berat,” ujar Wayan Sutama, salah seorang warga setempat.
Sementara itu informasi dari petugas, jika pembersihan jembatan Bilukpoh telah selesai dilakukan, sejumlah kendaraan besar belum diijinkan melintas karena akan dilakukan pengecekan kondisi jembatan terlebihdahulu oleh tim ahli struktur. Jika hasil pengecekan dinyatakan aman, barulah kendaraan besar diberikan melintas.
Terkait jembatan Bilukpoh yang belum bisa dilewati, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, pihaknya telah menghimbau kepada pengendara yang akan melintas menuju Gilimanuk maupun dari Gilimanuk menuju Denpasar, agar menggunakan jalur arternatif melalui Singaraja.
Mengingat banyaknya material banjir bandang berupa batang-batang kayu besar menutup jembatan dikuatirkan evakuasi akan berlangsung lama. Disamping itu menurutnya, menggunakan jalur alternatif melalui Singaraja juga untuk mengurangi kemacetan di jalur nasional.
“Kami juga sudah menerjunkan personil Brimob dan Samapta Polda Bali untuk membantu membersihkan material banjir bandang. Termasuk membantu evakuasi warga terdampak,” terangnya.

Sementara itu, terkait banjir bandang yang menerjang kawasan Jembrana dan merusak infrastruktur, terutama jembatan Bilukpoh, di Kecamatan Mendoyo, Kepala Balai Besar Bina Marga Wilayah VIII Jawa – Bali Apri Artoto, S.T dikonfirmasi melalui WhatsApp mengaku sedang melaksanakan rapat dengan staf Keperosidenan di Blitar.
Namun demikian pihaknya memberikan penjelasan, terkait bencana alam banjir bandang di Kabupaten Jembrana, terutama di jembatan Bilukpoh, setelah dilakukan pembersihan, akan dibuka hanya untuk kendaraan roda dua saja terlebih dahulu.
“Secepatnya akan kami pasang plat baja agar dapat dilewati kendaraan kecil roda 4 dahulu,” terangnya melalui WhatsApp, Senin (17/10/2022).
Sedangkan untuk kendaraan berat menurutnha, sementara belum diberikan ijin untuk melintas. Hal ini pertimbangannya semata-mata untuk keamanan. Pihaknya juga sedang mengupayakan untuk mendatangkan sheetpile guna proteksi oprit jembatan yg sdh mulai tergerus.
“Jadi kami meminta para pengguna jalan untuk bersabar. Secepatnya kami akan ambil langkah perbaikan agar segera bisa dilewati,” tutupnya.(ded)



