Denpasar

Gaperlu Takut Suntik !

Tim PKM Riset Eksakta Mahasiswa Farmasi Fakultas MIPA Udayana Sudah Rancang Vaksin Oral COVID-19 Berbasis Nanoenkapsulasi Kombinasi Kitosan dan Alginat

DENPASAR, jarrakposbali.com | Tim PKM Riset Eksakta Universitas Udayana terdiri dari Ni Putu Fiona Cista Dewi (Ketua Tim), Ni Luh Dian Saptari Amelia Putri; I Wayan Ari Sudarma; Sang Ayu Chika Iswari Anjani dan Gusti Nyoman Oka Saputra (Anggota Tim) bersama dosen pembimbing Ibu Dr. Sagung Chandra Yowani, Apt., S.Si., M.Si berhasil mengeksplorasi pendekatan inovatif untuk pengembangan vaksin oral menggunakan teknologi enkapsulasi nanopartikel.

Studi ini difokuskan pada kombinasi kitosan dan alginat sebagai bahan utama untuk menghasilkan nanopartikel vaksin yang stabil dan dapat mengantarkan antigen dengan efektif ke dalam tubuh.

Dalam penelitian ini, tim PKM menggunakan kitosan dan alginat sebagai matriks enkapsulasi karena sifat biokompatibel, biodegradable, dan mudah dimodifikasi secara kimia untuk memenuhi kebutuhan spesifik formulasi vaksin.

Jenis vaksin yang dienkapsulasi yaitu vaksin Inavac yang mendapat izin edar darurat sejak November 2022 untuk usia 18 tahun keatas. Adanya rancangan vaksin oral ini dapat membuat lebih meluasnya cakupan vaksin, tidak hanya dapat diberikan untuk usia 18 tahun keatas, tetapi juga pada balita karena parameter kenyamanannya. Rancangan vaksin oral ini tentunya akan membantu perkembangan Vaksin Merah Putih Indonesia.

Fiona Cista Dewi selaku ketua TIM PKM RE tersebut memberitahukan bahwa “Jika vaksin COVID-19 dihantarkan melalui jalur pemberian parenteral (berbasis jarum) yang masih memiliki kelemahan dalam tatalaksana yang diperlukan seperti rasa kurang nyaman, masyarakat takut jarum suntik sehingga banyak yang tidak patuh sehingga melatarbelakangi untuk vaksin dirancang menjadi oral. Selain itu vaksin oral mempunyai pendekatan yang baik terkait sisi farmakologinya”.

Secara ilmiah, imunisasi oral dapat menstimulasi respons imun seluler dan humoral pada tingkat sistemik dan mukosa untuk menginduksi imunitas berspektrum luas dan tahan lama, ditambah lagi permukaan mukosa merupakan tempat infeksi pertama SARS-CoV-2 dan baru-baru ini, varian omicron menunjukkan manifestasi terkait saluran pencernaan karena gejala-gejala COVID-19 juga terkait dengan saluran pencernaan sehingga memungkinkan untuk penghantaran secara oral dengan dengan tujuan untuk meningkatkan pengiriman antigen ke GALT, sehingga memicu respon imun yang kuat.

Kegiatan evaluasi dan publikasi sedang berjalan, bisa dilihat melalui sosial media PKM @onevacs_pkmre. Tim PKM OneVacs turut mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud ristek melalui direktorat pembelajaran dan kemahasiswaan republik Indonesia, Universitas Udayana khususnya bidang kemahasiswaan, Prodi Farmasi Fakultas MIPA, dosen pembimbing beserta seluruh pihak yang turut menyukseskan PKM ini.

Editor : Putu Gede Sudiatmika.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button