Bikin Malu…! Delegasi G-20 Disambut Hutan Mangrove Yang Kumuh dan Jorok, Pemerintah Tolong Dong Diperhatikan

MANGUPURA, Jarrakposbali.Com | Menyambut perhelatan akbar tingkat dunia G-20, pembenahan fasilitas dilakukan secara masiv, baik itu perbaikan jalan-jalan yang akan dilalui para delegasi, listrik, penataan lingkungan dan perbaikan fasilitas lainnya.
Hal itu dilakukan oleh pemerintah karena event tersebut merupakan even strategis dalam mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Bali di mata dunia, pasca pandemi covid-19.
Sayangnya, dibalik momen G-20, ada pemandangan tak sedap dari kawasan hutan mangrove di sepanjang Jalan Pintas Siligita Utara. Hutan mangrove yang semestinya menjadi kebanggaan warga Bali, justru menjadi pemandangan yang amat jorok dan kumuh.

Bukan hanya itu, air paritnya juga berwarna abu-abu pekat dan amat kotor, serta menebar aroma busuk yang aman menyengat. Kondisi tersebut terlihat saat pantauan jarrakposbali.com di jembatan sebelah lapangan Lagoon, Nusa Dua.
“Ada orang yang tak bertanggungjawab sengaja membuang limbah di sini pak. Itu kayaknya limbah pewarna,” ujar Gede yang ditemui di sekitar lokasi, Senin (17/10/2022).
Sementara itu Agus, salah seorang earga setempat yang mengaku peduli terhadap lingkungan mengatakan, kondisi air got yang kotor dan jorok serta menimbulkan bau tersebut merupakan ulah oknum yang tidak bertanggungjawab, yang sengaja membuang limbah di tempat tersebut.
Dia berharap pihak pemerintah (terkait) segera bertindak tegas dengan menindak oknum nakal tersebut. Agar lingkungan di sekitar hutan mangrove menjadi bersih dan asri.(x)
Penulis : Bratayasa
Editor : Dewa Darmada



