BeritaDaerahDenpasar

Pemkot Denpasar Normalisasi 40 Titik Sungai, Jaya Negara Antisipasi Banjir

DENPASAR, jarrakposbali.com – Ancaman banjir menjelang musim penghujan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar. Di tengah meningkatnya potensi genangan akibat sedimentasi sungai, langkah penanganan mulai digencarkan dengan menyasar 40 titik sungai yang membutuhkan normalisasi. Upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga Denpasar tetap aman dari ancaman luapan air saat hujan dengan intensitas tinggi.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkot Denpasar terus mempercepat pengerukan sedimentasi dan normalisasi aliran sungai. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kapasitas tampung sungai agar tetap optimal, sekaligus meminimalkan risiko genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Komitmen tersebut terlihat saat Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, meninjau langsung kegiatan normalisasi Tukad Rangda di Kelurahan Panjer, Sabtu (7/11). Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan sungai berjalan sesuai kebutuhan di lapangan, terutama menjelang datangnya musim penghujan.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Jaya Negara yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Darsa serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa mengatakan, normalisasi sungai dan drainase menjadi salah satu langkah penting dalam mengantisipasi potensi banjir di Kota Denpasar. Normalisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko terjadinya genangan dan banjir saat curah hujan meningkat.

“Normalisasi sungai-sungai di wilayah Kota Denpasar ini dilaksanakan pada titik-titik sedimentasi dengan harapan dapat memperlencar arus air guna mencegah banjir menjelang musim penghujan,” ujar Jaya Negara.

Dikatakannya, saat ini terdapat sekitar 40 titik sedimentasi subgai dan drainase yang tengah dikerjakan normalisasi oleh Dinas PUPR Kota Denpasar. Beberapa diantaranya meliputi Tukad Badung, Tukad Teba, Tukad Punggawa, Tukad Loloan, Tukad Mati, Tukad Rangda, Tukad Ngenjung dan Tukad Ayung. Khusus penanganan Tukad Mati, Pemkot Denpasar sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Kami berharap melalui normalisasi ini sungai-sungai di Kota Denpasar dapat optimal menampung air saat curah hujan meningkat, dan kami juga mengimbau maayarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa mengatakan, pekerjaan normalisasi sungai dan drainase di Kota Denpasar telah dimulai sejak awal tahun. Bahkan, pengerjaan normalisasi juga terus ditambah pada Perubahan APBD Kota Denpasar.

“Sebanyak 40 titik kita sedang kerjakan dengan target tuntas awal Desember ini, namun banyaknya usulan masyarakat juga akan kami kerjakan sesuai dengan urgensinya secara bertahap dengan pengerukan sedimen hingga mencapai lapisan tanah keras di dasar sungai,” ujarnya.

Cipta Sudewa menekankankan bahwa normalisasi sungai merupakan salah satu program strategis sebagai langkah preventif dalam mencegah banjir. Meski demikian, Pemkot Denpasar melalui Dinas PUPR juga telah merealisasikan pembangunan pompa air di beberapa titik wilayah yang berpotensi terjadi genangan.

“Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai serta meminimalkan potensi banjir, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan aliran sungai,” ujarnya. (JpBali/HumasDps).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button