
BULELENG, jarrakposbali.com – Pada Senin 30 Maret 2026 suasana halaman SD N 5 Banjar siang itu terasa berbeda. Tawa anak-anak kembali terdengar, meski jejak banjir bandang beberapa waktu lalu masih menyisakan cerita.
Di tengah kondisi yang perlahan pulih, kehadiran Wayan Koster membawa semangat baru bagi siswa dan para guru untuk kembali menata harapan.
Banjir bandang yang terjadi pada awal Maret lalu sempat membuat aktivitas belajar mengajar terhenti. Ruang kelas rusak, fasilitas belajar ikut terdampak, dan anak-anak harus menunggu hingga kondisi memungkinkan untuk kembali bersekolah.
Pada kunjungan sebelumnya, Gubernur Koster melihat langsung kondisi tersebut. Ia berdialog dengan pihak sekolah, mendengar kebutuhan yang dirasakan, dan mencatat apa saja yang perlu segera dipulihkan.
Dari situ, muncul komitmen untuk membantu melalui dana gotong royong dari pegawai Pemerintah Provinsi Bali.
“Saya sempat berkunjung setelah banjir, kondisi sekolahnya tidak layak untuk proses belajar. Bantuan yang ada belum mencukupi, jadi hari ini kami bantu dari provinsi,” ujar Wayan Koster.
Bantuan sebesar Rp129 juta kemudian diserahkan untuk mendukung perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Yang menarik, perhatian tidak hanya tertuju pada bangunan, tetapi juga pada kebutuhan pribadi para siswa.
Sebanyak 66 siswa menerima bantuan tunai masing-masing Rp1 juta. Wajah-wajah ceria terlihat saat mereka menerima langsung bantuan tersebut. Ada yang langsung membayangkan membeli tas baru, ada juga yang ingin melengkapi buku pelajaran yang sempat hilang.
“Anak-anak juga saya beri masing-masing Rp1 juta. Bisa digunakan untuk beli baju, buku, atau tas sekolah supaya bisa belajar dengan lebih nyaman,” kata Wayan Koster.
Di sisi lain, pihak sekolah menyambut bantuan ini dengan rasa syukur. Kepala sekolah I Made Wismaya melihat bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian yang nyata terhadap dunia pendidikan, terutama di saat sekolah sedang menghadapi masa pemulihan.
Bagi para guru, bantuan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga dorongan moral agar proses belajar bisa kembali berjalan tanpa rasa khawatir.
Perlahan, SD N 5 Banjar mulai bangkit dari dampak bencana. Ruang kelas akan diperbaiki, perlengkapan belajar akan dilengkapi, dan anak-anak kembali menata rutinitasnya.
Di banyak kasus, pemulihan pascabencana memang tidak selesai dalam satu langkah. Namun siang itu, setidaknya ada satu hal yang terasa jelas, semangat untuk kembali belajar sudah hadir lebih dulu di wajah para siswa.(JpBali).



