
DENPASAR-jarrakposbali | Berbagai upaya dilakukan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk bisa bertahan di masa covid-19, Situasi yang kian tidak menentu menyebabkan mereka harus putar haluan untuk mencari berbagai cara biar bisa untuk bertahan sambil menunggu situasi kapan akan kembali.
Hal tersebut dirasakan oleh salah satu dari sekian banyak UKM yang terdampak di Bali, dalam kunjungan awak media jarrakposbali ketempat usaha penjual dupa wangi online ini menuturkan bahwa,”begitu banyaknya persaingan saat ini membuat usaha saya hanya bisa untuk bertahan dan apabila dapat jualan, hanya bisa untuk beli bahan dan untuk makan sehari-hari, ” ujarnya.
Hal tersebut dikarenakan yang dulunya mereka adalah sebagai pembeli karena sudah 1,5 Tahun tidak bekerja,”merekapun sekarang menjadi penjual berbagai macam yang bisa untuk dijual, karena banyaknya penjual dengan jumlah pembeli yang sedikit akhirnya sama-sama tidak dapat jualan, “tuturnya.
Apalagi dengan diberlakukannya lagi PPKM secara darurat dari 3 Juli sampai 20 Juli 2021,Menambah usaha mereka semakin terperosok, “sudah jatuh tertimpa tangga, kita hanya bisa menerima dan tidak bisa berbuat lebih, ” imbuhnya.
Sampai kapan ini berakhir, Semua belum bisa untuk menjelaskan dan membayangkan,Karena semua masih berusaha baik, Pemerintah maupun dengan intansi terkait,”sebenarnya kita tidak mencari siapa yang salah dan benar untuk saat ini, tetapi yang dibutuhkan adalah mensupport mental masyarakat secara etika, logika dan estetika,”bebernya.
Oleh karena itu, Masyarakat berharap kepada Pemerintah dengan Intansi terkait agar lebih memperhatikan jeritan Masyarakat kecil,”kita sudah ikuti semua aturan pemerintah dalam melakukan kegiatan dengan menggunakan protokol kesehatan tetapi, Semua masih belum jelas arah dan tujuannya,”katanya.
“Kami berharap semoga Pemerintah dengan intansi terkait segera menemukan jalan keluar, Agar Bali bisa normal kembali seperti dulu lagi,kalau ini dibiarkan berlarut larut takutnya keadaan akan semakin parah baik itu secara individu ataupun secara umum,’pungkasnya.(td/JP).



