1 BULELENG GENJOT JUMANTIK LAKUKAN PEMBERANTAS SARANG NYAMUK - Jarrak Pos Bali
29 Oktober 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

BULELENG GENJOT JUMANTIK LAKUKAN PEMBERANTAS SARANG NYAMUK

2 min read

Foto Ist: Wabup Buleleng Nyoman Sutjidra

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus berupaya memutus siklus penularan nyamuk Aedes Aegypti yang diketahui sebagai penyebab timbulnya wabah demam berdarah. Sehingga petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) digenjot untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG saat usai menghadiri rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Buleleng, Kamis (1/10/2020).

Tiap-tiap Puskesmas di Buleleng memiliki wilayah binaan masing-masing. Ditekankan agar dalam satu lingkungan keluarga terdapat nsatu Jumantik. Sehingga pemantauan yang dilakukan bisa lebih efektif dan juga agar aktif melaporkan hasil pemantauan pada petugas kesehatan yang terdekat.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: KELIAN BANJAR ADAT KP ANYAR NYEMPROT CORONA

“Setiap rumah itu harus ada Jumantik, baik itu Ibunya, Bapaknya atau siapa saja. Yang jelas tiap keluarga itu harus ada. Tiap ada genangan air itu harus dipantau,” ujarnya.

Ketika ditemukan genangan air, lanjut Wabup Sutjidra, itu harus tetap dipantau apakah terdapat jentik nyamuknya atau tidak. Jika terdapat jentik nyamuk, hal itu harus segera dilaporkan dan nantinya akan diberikan serbuk abate untuk mengatasi. Terkait dengan stok bibit abate yang tersedia di Buleleng, dikatakan masih aman. Sebelumnya, daerah rawan dan banyak terdapat kasus wabah demam berdarah sudah didistribusikan bibit abate.

“di timur ada Kecamatan Tejakula, di barat ada Kecamatan Banjar, Seririt, Gerokgak sudah kita distribusikan,” imbuhnya.

Baca Juga :  MUSEUM GEDONG KIRTYA JADI PUSAT PENELITIAN LONTAR KUNO

Selain itu, masing-masing Puskesmas yang ada di Buleleng juga sudah menyiapkan petugas Pemantauan Wilayah Setempat (PWS). Sehingga PWS itu yang bertugas memantau Jumantik di lingkungan keluarga. Hal ini diharapkan dapat terus berjalan. Karena selain pandemic COVID-19, perhatian terhadap wabah penyakit lain itu juga harus terus dilakukan, untuk menjamin kesehatan seluruh masyarakat Buleleng.

“Satu jumantik dalam satu keluarga ini saya rasa sangat efektif untuk bisa memutus rantai penyebaran wabah demam berdarah ini,” pungkasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *