Berita

Curi Dompet WNA untuk Beli Beras dan Popok Bayi, Herry Prasetio Dibebaskan Kejari Jembrana Melalui Restorative Justice

JEMBRANA, jarrakposbali.com | Seorang pria pelaku pencurian dengan korban warga negara asing (WNA) dibebaskan dari tuntutan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana melalui Restorative Justice (RJ), Selasa (30/8/2022).

Tersangka Herry Prasetio, asal Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana ditangkap Polisi pada Jumat 17 Juni 2022, lantaran melakukan tindak pidana pencurian uang Rp 300 ribu dalam dompet yang disimpan di bawah jok motor milik Mr. NJ, seorang WNA asal California, Amerika Serikat yang sedang berlibur di Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.

Lantaran waktu liburan yang terbatas, korban berinisiatif mendatangi Kejari Jembrana untuk menyampaikan telah memaafkan pelaku, hingga akhirnya Kejari memutuskan untuk dilakukan perdamaian dan penghentian penuntutan.

Baca Juga :  Mau Pulang, Sukreni Kena Jambret di Desa Panji

Kepala Kejaksaan Negri Jembrana Salomina Meyke Saliama didampingi Kasi Intel Wuryanto dan Kasi Pidum Delfi Trimariono menyebutkan, kebijakan ini diberikan lantaran permintaan korban untuk menyelesaikan perkara ini pada Kejari Jembrana. Serta sudah ada perjanjian damai dari dua belah pihak.

Selain itu, tersangka juga sudah dianggap memenuhi syarat untuk mendapar kebijakan tersebut, yakni tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana dan kerugian yang ditimbulkan kurang dari Rp 2 juta.

Sebab itu, Jaksa sebagai fasilisator malukan upaya perdamaian dengan menghadirkan pihak korban, tersangka, dan keluarga tersangka untuk melakukan mediasi perdamaian, yang kemudian tersangka dibebaskan melalui RJ.

Baca Juga :  NEW NORMAL: GTPP COVID-19 BULELENG OPTIMALKAN PENGAWASAN DI PASAR TRADISIONAL
  Jarrak Travel

“Ia (tersangka) mencuri dengan alasan untuk memenuhi keperluan sehari – hari, seperti membeli beras dan untuk membeli popok anak”, jelasnya.

Tersangka juga sudah meminta maaf langsung kepada korban. Melihat kondisi tersangka, korban mengaku prihatin sehingga memaafkan tersangaka dan tidak ingin melanjutkan perkara tersebut.(x).

 

Penulis : Angga

Editor : Dewa Darmada

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: