1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

ST THOMAS ORPHANAGE DILAPORKAN KE DISSOS BULELENG KARENA DIDUGA TAK BERIZIN

2 min read

Foto Jarrakposbali.com/francelino: Yasinta didampingi Anton memberikan keterangan pers

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Saint Thomas Orphanage atau Panti Asuhan Santo Thomas, yang berlokasi di Desa Baktiseraga, Buleleng, Bali, dilaporkan ke Dinas Sosial (Dissos) Buleleng, Senin (20/1/2020) siang.

Panti asuhan milik Gereja Katolik Ortodoks pimpinan Romo Stephanus Boik Nino, MA, dilaporkan karena diduga tidak memiliki izin.

Pelapornya adalah mantan anak asuhannya bernama Yasinta asal Kota Kefa, Kabupaten Timor Tengah Utara (NTT) Nusa Tetangga Timur (NTT) didampingi Antonius Sanjaya Kiabeni alias Anton dari LSM Gema Nusantara (GENUS).

Yasinta didampingi Anton melaporkan Panti Asuhan Santo Thomas ke Dissos karena telah melakukan beberapa tindakan tidak manusian terhadap anak asuhnya.

Ia menceritakan bahwa selama berada di panti asuhan itu ia diperlakukan dengan baik namun terhadap anak asuhan yang lain perlakukan tidak manusiawi. “Kalau saya diperlakukan seperti anak kandung sendiri. Tetapi anak-anak yang lain diperlakukan kasar,” ungkap Yasinta dalam keterangan pers di ruang Komisi III DPRD Buleleng, usai melapor ke Dissos Buleleng.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: 5 JUNI ASN DI BALI KEMBALI KERJA

Tindakan tidak manusiawi lainnya dibeber Yasinta. Wanita yang sudah menikah dengan pria Yunani dan beranak satu ini menceritakan salah satu anak panti yang sering dikasih makanan basi bernama Frans Kolo, yang kuliah di Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja. “Dia (Frans Kolo) yang sering makan nasi basi. Kalau tidak makan, akan dimarah-marahi (oleh istri Romo),” beber Yasinta.

Baca Juga :  Pugnator Badung Sport Tourism Pertama Kalinya Menghelat Hajatan Rangka International Taekwondo Championship 2019

Sementara itu Anton dari LSM GENUS yang mendampingi Yasinta melapor ke Dissos Buleleng, menyatakan bahwa setelah melapor dan mengecek daftar yayasan dan panti asuhan berizin di Kabupaten Buleleng ternyata St Thomas Orphanage tidak terdaftar di Dissos Buleleng. “Prosesnya cukup panjang, dan terakhir tadi baru mendapat kepastian dari Dinas Sosial bahwa tidak ada izin,” jelas Anton.

Menurut Anton, dengan tidak memiliki izin maka panti asuhan tersebut tidak boleh merekrut anak-anak dari luar Bali alias provinsi lain. “Besok (Selasa, 21 Januari 2020) Dinas Sosial akan turun cek ke panti asuhan tersebut,” tandas Anton.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *