1
Kam. Sep 24th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

NEW NORMAL: DUA HARI BULELENG NOL PASIEN POSITIF, PASIEN SEMBUH BERTAMBAH

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Bumi Buleleng kian aman dan nyaman bagi warganya. Ini lantara selama dua hari berturut-turut tidak ada lagi kabar soal pasien positif corona.

“Kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif di Buleleng sebanyak 108 orang. Jadi, saat ini tidak penambahan kasus terkonfirmasi,” ungkap Drs. Gede Suyasa, M.Pd, Sekretaris GTPP COVID-19 Buleleng, saat melakukan jumpa pers terkait perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng bersama dengan para awak media secara virtual, Rabu (15/7/2020).

Suyasa yang sehari-hari sebagai Sekkab Buleleng itu malsah menyebtukan bahwa justru angka pasien sembuh dari corona yang terus bertambah. “Saat ini tingkat kesembuhan di Kabupaten Buleleng berada pada angka 89 hingga 91 persen dalam sebulan terakhir. Sembuh secara kumulatif 97 orang. Hari ini terdapat penambahan pasien sembuh satu orang, yakni pasien dengan kode PDP-101 dari Kecamatan Buleleng.

Baca Juga :  BUPATI AGUS WAJIBKAN BUAH LOKAL UNTUK SARANA BANTEN BAGI ASN

Melihat data perkembangan COVID-19 di Buleleng yang cukup baik, seluruh masyarakat diminta untuk tetap disiplin, sehingga status zona hijau untuk Kabupaten Buleleng dapat dipertahankan.

Ia tetap menekankan kepada warga Buleleng yang melakukan perjalanan lintas daerah, agar lebih memperketat penerapan protokol kesehatan. Hal itu ditekankan karena beberapa daerah di Bali masih berada dalam status zona merah.

Warga masyarakat Buleleng yang memiliki riwayat perjalanan luar daerah, baik itu antar Kabupaten maupun Provinsi agar lebih meningkatkan kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan. Dengan status kehidupan era baru yang dilakukan serentak di seluruh Bali saat ini, protokol kesehatan harus tetap diterapkan. Namun dari sisi interaksi antar daerah pada tatanan kehidupan era baru, Tim GTPP COVID-19 Kabupaten Buleleng tidak dapat melakukan pengetatan wilayah kembali. Karena nantinya akan terbentur dengan relaksasi interaksi antar daerah.

Baca Juga :  FWJ GERUDUK BALAIKOTA, DESAK SINGKIRKAN PEMBISIK BUSUK GUBERNUR DKI

“Tetapi untuk penerapan protokol kesehatan pada orang yang melakukan perjalanan lintas daerah itu harus ditingkatkan, apalagi datang dari wilayah dengan status zona merah,” ujar Suyasa.

“Kami ingatkan kembali bawa pada tatanan kehidupan era baru saat ini memang terdapat semacam relaksasi interaksi, tetapi ketaatan menjalankan protokol kesehatan sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan kita semua,” tegas Suyasa denga mimik serius.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *