1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

BUMDES GAGAL, KADIS PMD BULELENG MADE SUBUR JANJI MUNDUR

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Upaya serius Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangun desa terus dilakukan. Berbagai desa di Kabupaten Buleleng telah menunjukan banyak kemajuan, baik di bidang infrastruktur, pariwisata, kerajinan, olahan pangan hingga kualitas SDM nya pun meningkat.

Bergerak di sektor pemberdayaan masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Buleleng juga telah melakukan berbagai terobosan guna mewujudkan desa yang lebih berkembangan melalui pengelolaan potensi yang di miliki masing-masing desa.

Ketika ditemui di ruang kerjanya, Kadis PMD Kabupaten Buleleng, I Made Subur, SH, menerangkan bahwa pihaknya telah menyusun program strategis di tahun 2020, yakni dengan membangkitkan peran dan fungsi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mendorong pengembangan kemajuan desa.

Kadis Subur telah memasang anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk mewujudkan hal itu. Ia mengaku, anggaran itu diberikan kepada desa-desa yang telah dipilih untuk kemudian dikelola oleh BUMDes. “Untuk bantuan stimulan, kalua total secara keseluruhan yang kami berikan kepada desa dua puluh miliar kurang lebih yang dikelola oleh BUMDes. Kami kalua tidak dikelola oleh BUMDes, nggak mau,” tegas Kadis Subur.

Baca Juga :  KEPUTUSAN PENERBITAN IZIN, KEWENANGAN PENUH KADIS PDMP2TSP BULELENG

Disinggung terkait mekanisme pengelolaan oleh BUMDes, Subur menjelaskan ke depan pengelolaan BUMDes tidak lagi seperti dulu, melainkan menerapkan konsep kawasan. “Kami pilih tiga desa di masing-masing kecamatan untuk bersama-sama mengelola BUMDes,” terangnya.

Dengan konsep itu, Kadis Subur yakin kedepannya BUMDes dapat meningkatkan perekonomian desa.

Dia menerangkan, bilamana di satu kawasan memiliki potensi pertanian pohon kelapa maka konsep pengelolaan BUMDes kawasan nanti dibagi tugas dan fungsinya di tiga desa. Satu desa menanam pohon sampai panen, satu desa lain mengolah serabut kelapa, misalnya membuat keset dan desa terakhir mengolah batok kelapa menjadi kancing baju. Namun tetap semua hasil dari tiga desa itu dipasarkan di BUMDes.

Baca Juga :  PUTU BAGIADA BENTUK ASHRAM, MEJAYA-JAYA DI PURA JAGATNATHA

Lebih lanjut dijelaskan, tujuan disetingnya BUMDes dengan konsep kawasan dimaksudkan agar perputaran perekonomian desa semakin cepat dan menghindari monopoli usaha di satu desa. Namun demikian, untuk mewujudkan hal itu, Kadis Subur akan melakukan sinergi dengan seluruh SKPD di lingkup Pemkab Buleleng.
Hal mengejutkan pun diungkapkan, pihaknya meyakini program strategisnya itu akan berhasil diterapkan dalam kurun waktu 2 tahun. “Saya target dua tahun, apabila tidak berhasil saya mundur jadi Kadis,” tegas Kadis Subur.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *