1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

REBUTAN AIR, TOKOH ADAT PENUKTUKAN-LES MESADU KE BUPATI AGUS

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Dua desa bertetangga di Kecamatan Tejakula yakni Desa Penuktukan dan Desa Les sempat terlibat dalam pertikaian perebutan air bersih. Namun hingga kini Pemkab Buleleng belum bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Akibatnya, Jumat (17/7/2020) siang aparat desa serta prajuru desa adat Les dan Penuktukan didampingi Camat Tejakula, Drs.Nyoman Widiartha, mendatangi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana untuk menyampaikan permasalahan tersebut.

Pertemuan di rumah jabatan Bupati Buleleng itu, hadir juga Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dan Kepala Bagian Prokom Setda Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP, M.M.

Apa tanggapan Bupati Agus? Bupati Agus berjanji akan mengupayakan peningkatan pasokan air bersih di Desa Les dan Penuktukan Kecamatan Tejakula. Dalam waktu dekat dirinya akan meninjau langsung kedua lokasi di dua desa tersebut dengan mengajak Dinas PU dan PDAM Buleleng.

Baca Juga :  SAMBUT NYEPI, 27 PURA SE-JABOBABEK GELAR GERMAS DAN SAKA YOGA FESTIVAL

Bupati Agus menegaskan bahwa tidak ada persoalan yang terjadi antara kedua desa tersebut. Nantinya, secara bersama-sama di lokasi akan dilakukan penghitungan berapa banyak atau berapa kubik kebutuhan air baik itu di Desa Les ataupun Penuktukan. “Ini hanya miskomunikasi antara kedua desa, Hari Senin (20/7) nanti saya akan turun langsung ke lokasi bersama Dinas PU dan PDAM Buleleng sekaligus akan megukur berapa kubik kebutuhan air masyarakat disana,” tuturnya.

Disamping itu, Bupati dua periode ini juga meminta kepada kedua desa ini agar secara bijak menyikapi keadaan. Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi, namun semua adalah keluarga dan saudara. “Saya minta semuanya untuk sabar dulu, jangan sampai karena masalah air kita sebagai saudara berselisih paham. Jika harus dibuat sumur bor, terkait biaya operasional nanti akan dibantu dengan solar sel guna biaya operasional yang lebih murah,” jelas Agus.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: WABUP KARANGASEM BAGI-BAGI SEMBAKO KEPADA PEMANGKU

Sementara itu, Nyoman Widiartha usai audensi merasa cukup tenang dan lega. Mengingat, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di dua desa tersebut segera terjawab. “Ini komitmen luar biasa dari pak bupati untuk menyelesaikan, saya melihat semua pihak menerima dan sangat puas dengan penyampaian pak bupati,” ungkapnya.

Setelah dilakukan peninjauan oleh Bupati Buleleng dan segenap instansi terkait, baru dapat diambil kesimpulan apakah akan menggunakan sumur bor atau penyediaan air bersih secara langsung melalui tangki-tangki dari PDAM.

“Ini adalah respon cepat pak bupati, secara teknis nantinya pak bupati bersama Dinas PU dan PDAM Buleleng pada Hari Senin mendatang akan segera memutuskan,” singkatnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *