1
Connect with us

Berita

VIRUS CORONA: JULI TETAPKAN SKEMA BARU TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN DI PASAR

Published

on

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd, menjelaskan bahwa penguraian pada tiga pasar besar di Buleleng, Bali, terkait skema baru penerapan protokol kesehatan saat ini masih dalam persiapan.

Kata dia, rencananya hasil dari penguraian tersebut akan ditetapkan pada Bulan Juli mendatang. Saat ini Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kabupaten Buleleng masih melakukan analisis dalam menentukan skemanya.

Suyasa menjelaskan skema penguraian pasar ini dilakukan terhadap tiga pasar besar di Buleleng diantaranya Pasar Anyar Singaraja, Pasar Banyuasri, dan Pasar Tumpah yang terletak di sebelah barat jembatan Banyuasri. Penguraian ini dilakukan terhadap pasar-pasar besar dikarenakan pada beberapa daerah di Bali terdapat klaster baru penularan COVID-19 yakni pada lingkungan pasar. Sehingga sebagai langkah antisipasi, Tim GTPP Buleleng melakukan penguraian sehingga kasus penularan COVID-19 di lingkungan pasar tidak terjadi.

“Untuk pasar yang ada di desa tentu nantinya akan mengikuti, tidak mungkin pada tiga pasar itu saja yang mengikuti skemanya. Tetapi lebih fokus kepada pasar yang lebih susah untuk melakukan social distancing seperti di pasar-pasar besar tersebut,” ujar Suyasa saat memberikan keterangan pers terkait update perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng secara virtual bersama dengan para awak media, Senin (29/6/2020).

Baca Juga :  TERBUKTI SELINGKUHI ISTRI TETANGGA, KETUA LPD PANGKUNGPARUK DICOPOT

Sementara itu, lanjut Suyasa, terkait dengan data perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng, terdapat penambahan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi yang dinyatakan sembuh. Sebanyak dua pasien yakni pasien dengan kode PDP-109 dan PDP-110 yang keduanya berasal dari Kecamatan Tejakula. Hal itu menambah jumlah pasien sembuh secara kumulatif menjadi 84 orang. Yang bersangkutan sudah diijinkan kembali kerumah dengan melakukan karantina mandiri. “Memang jika dilihat dari data terakhir kita di Buleleng cukup stabil, namun peluang terjadinya penularan masih terjadi. Sehingga semuanya harus tetap waspada,” imbuhnya.
Untuk Perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng, saat ini menunjukkan bahwa PDP terkonfirmasi secara kumulatif di Buleleng sebanyak 94 orang, sembuh secara kumulatif 84 orang, dalam perawatan sebanyak 9 orang dan satu orang di rujuk ke Denpasar.

Jumlah PDP Negatif secara kumulatif sebanyak 21 orang, masih dirawat satu orang dan PDP terkonfirmasi enam orang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 121 orang, ODP yang masih dipantau saat ini sudah tidak ada, selesai masa pantau 112 orang dan ODP terkonfirmasi sembilan orang.

Baca Juga :  RUU KUHP : IKHTIAR JAHAT MEWUJUDKAN NEGARA LEVIATAN

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 1.918 orang, OTG selesai masa pantau sebanyak 1.691, sedangkan OTG yang masih karantina mandiri sebanyak 144 orang, dirawat di Giri Emas empat orang, dan OTG terkonfirmasi 79 orang.

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 4.018 orang dengan rincian 3.838 orang diantaranya sudah selesai masa pantau selama 14 hari dan sisa yang masih dipantau sebanyak 180 orang. Terdiri dari pekerja kapal pesiar berjumlah 160 orang, TKI lainnya terdapat sembilan orang, pulang dari luar negeri ada satu orang, serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia berjumlah 10 orang.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

VIRUS CORONA: KEMENKES TETAPKAN BIAYA RAPID TEST TERTINGGI RP 150 RIBU

Published

on

By

JAKARTA-JARRAKPOSBALI.COM – Keluhan masyarakat tentang biaya selangit rapid test selama ini direspon Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Sebagai respon terhadap keluhan masyarakat itu, Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akhirnya menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi.

Terus berapa biaya rapid test versi Kemenkes RI? Berdasarkan SE ini bahwa tarif tertinggi rapid test sebesar Rp 150.000.

Baca Juga :  TNI: KORAMIL KOMODO GELAR AKSI BERSIH-BERSIH PANTAI LABUAN BAJO

“Batasan tarif tertinggi sebagaimana dimaksud pada angka 1 berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriktaan rapid test antibodi atas permintaan sendiri,” demikian bunyi salah satu poin SE yang ditandangani Dirjen Pelayanan Kesehatan pada Kemenkes, Bambang Wibowo tertanggal 6 Juli 2020 tersebut seperti dilansir WE Online.

Masih menurut SE tersebut disebutkan bahwa pemeriksaan rapid test antibodi dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: HASIL TEST SWAB PERTAMA PASIEN MENINGGAL DI GIRI EMAS NEGATIF

“Fasilitas pelayanan kesehatan atau pihak yang memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test antibodi dapat mengikuti batasan tarif tertinggi yang ditetapkan,” bunyi poin terakhir SE.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

BESOK GUBERNUR BALI TINJAU PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI BEBERAPA OBJEK WISATA

Published

on

By

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Besok Bali masuk dalam era baru yang disebut tatanan kehidupan era baru atau lazim disebut new normal.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali telah menggelar Upacara Pamahayu Jagat dalam rangka Penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Bali bertepatan dengan Purnama Kasa, Minggu (5/7/2020) di Pura Agung Besakih.

Dua hari kemudian, Selasa (7/7/2020) dilanjutkan melaksanakan rapat yang diikuti Bupati/Walikota, Wakil Ketua DPRD dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) se-Bali di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar. Seluruh peserta menyepakati untuk secara resmi melaksanakan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru mulai Kamis (9/7/2020).

Untuk memastikan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru berjalan dengan baik, maka Kamis (9/7) besok Gubernur Bali bersama Forkopimda akan melaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah objek wisata.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: COVID-19 MELEMAH, JAM OPERASI PASAR DI BULELENG DIPERPANJANG JADI 12 JAM

Sebelumnya, Gubernur Bali telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru. Hal ini diungkapkan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Rabu (8/7/2020) siang di Denpasar.

“Besok Gubernur bersama Forkopimda akan melaksanakan peninjauan lapangan terkait penerapan protokol tata kehidupan era baru. Beberapa objek yang akan dituju diantaranya Bali Safari Marine Park di Gianyar, Kertagosa di Klungkung, Mall Beachwalk dan Pantai Kuta, Badung,” ungkap Dewa Indra seperti dilaporkan Humas Pemprov Bali.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: APN KOTA SURABAYA BAGI-BAGI MINYAK GORENG DAN MASKER

Kata Dewa Indra, pemberlakuan Tatanan Kehidupan Era Baru tersebut dilaksanakan mengingat dampak pandemi COVID-19 sudah cukup lama tanpa ada kepastian kapan akan berakhir. Oleh karena itu, pemerintah perlu bersikap untuk menghidupkan kembali aktivitas perekonomian di Bali yang terpukul karena terhentinya sektor pariwisata.

“Saya mohon agar dalam melaksanakan aktivitas tetap menerapkan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru secara tertib, disiplin, dan dengan rasa penuh tanggung jawab, seperti selalu memakai masker/pelindung wajah, menjaga jarak, tidak berkerumun, rajin mencuci tangan, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menjaga daya tahan tubuh,” pintanya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

UPDATE PENANGGULANGAN COVID-19 RABU, 8 JULI 2020

Published

on

By

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali per Rabu (8/7/2020).

Dari data yang disampaikan GTPP COVID-19 Provinsi Bali menyebutkan bahwa jumlah pasien positif bertambah 31 orang WNI terdiri dari 30 Transmisi Lokal dan 1 Imported Case. Secara kumulatif total pasien positif berjumlah 1.971 orang.

Baca Juga :  ATASI DAMPAK COVID-19, DESA DI BULELENG KEBUT PERUBAHAN APBDES

Sementara jumlah pasien yang telah sembuh sampai saat ini sejumlah 1.079 orang. Hari ini bertambah 45 orang WNI pasien transmisi lokal yang sembuh.

Jumlah pasien yang meninggal untuk hari ini tidak ada. Sehingga secara kumulatif sampai hari ini berjumlah 25 orang (23 orang WNI dan 2 orang WNA).

Pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) berjumlah 867 orang yang dirawat di 14 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega dan BPK Pering.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: KECAMATAN BULELENG PENYUMBANG PASIEN CORONA TERBESAR

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Trending